Rakornis Perhubungan Darat 2018 Mewujudkan Transportasi Darat Yang Berkualitas

Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perhubungan Darat Tahun 2018 bertempat di Hotel Bidakara Jakarta Selatan diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Perhubungan darat, dihadiri secara nasional oleh perwakilan pemangku kepentingan dan dibuka langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.


Mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Pemangku Kepentingan Dalam Mewujudkan Pelayanan Transportasi Darat Yang Berkualitas”, acara diikuti oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM dan Kepala Bidang LLAJ beserta jajarannya selama tiga hari pada tanggal 14 – 16 Maret 2018, dengan bahasan subtansi sebagai berikut:
A.Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018/1439 H;
B.Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek;
C.Mekanisme Pemberian Subsidi Angkutan Perkotaan;
D.Penanganan Over Dimension dan Over Loading (ODOL);
E.Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan.
Sehubungan hal tersebut diharapkan agar para pemangku kepentingan dapat bekerjasama dengan baik dalam melaksanakan manajemen waktu dan manajemen multimoda dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2018/1439 H. Begitupun dalam mengatasi dan mengatur taxi online dan konvensional agar selalu dapat berdampingan sesuai PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
Dalam sambutannya Menteri Perhubungan mengingatkan bahwa salah satu tugas pemerintah daerah mengajak berkolaborasi, membicarakan persamaan dan meningkatkan keselamatan bagi masyarakat serta bagaimana mengatasi kendaraan over dimensi dan over loading yang kerap terjadi di daerah. Salah satunya kerugian yang dialami akibat over dimensi dan over loading adalah terjadinya kerusakan jalan.
Disinilah peranan dan menjadi tanggung jawab besar perhubungan untuk membuka persepsi tentang fungsi jembatan timbang dalam mengatur berat kendaraan, membuka paradigma pemikiran yang komprehensif sehubungan aksesibilitas dan konektivitas antar kota dan juga dalam melaksanakan amanat sehubungan dengan program nasional keselamatan bagi kemanusiaan.
Kembali dihimbau oleh Menhub agar lebih detail dan selalu konsisten dengan tugas masing-masing serta bahu membahu menjalankan fungsi-fungsi untuk melakukan sosialisasi agar tercapai keberhasilan yang saling menguntungkan bagi daerah.


“Jangan pernah selesai menginventarisasi permasalahan, jangan ragu melaksanakan peraturan dan menerapkannya, melakukan evaluasi secara sistematis untuk memecahkan solusi dalam meningkatkan inflasi daerah. Semoga hasil yang didapat dari Rakornis ini dapat menjadi acuan dan motivasi dalam menjalankan tugas yang menjadi kewajiban kita semua, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan pelayanan transportasi darat yang berkualitas sebagaimana harapan kita bersama”, pesan Budi Karya melalui Kepala Dinas. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *