Peninjauan Terminal dan Lokasi Rencana Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kabupaten Bengkulu Selatan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM bersama dengan Kepala UPTD Terminal dan Kepala Terminal melakukan peninjauan terhadap kondisi fisik bangunan Terminal Tipe B Gunung Ayu Kelurahan Gunung Ayu – Manna Bengkulu Selatan dan memprogramkan pada Tahun Anggaran 2019 akan dilaksanakan rehabilitasi (04/12/2018). Memantau dari kondisi keseluruhan gedung terminal dan fungsinya tersebut diperkirakan akan dilakukan pekerjaan 90% rehabilitasi, diantaranya:

  1. Kantor terminal
  2. Tempat loket bus
  3. Atap terminal
  4. Lantai terminal
  5. Instalasi jaringan listrik
  6. PDAM
  7. Perbaikan toilet umum

Diharapkan dengan terlaksananya rehabilitasi gedung terminal ini dapat memenuhi keinginan masyarakat memiliki terminal dengan pelayanan yang lebih baik kedepannya. Dan akan dipantau terus untuk dilakukan pemeliharaan dan pembersihan seluruh halaman terminal.

“Kita programkan agar seluruh Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Pedesaan (ANGDES) pada tahun 2019 nanti bisa masuk terminal.” ujar Kepala Dinas seraya berkeliling mengecek langsung kondisi terminal.

Dilanjutkan dengan peninjauan keesokan harinya ke lokasi rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan di Kabupaten Bengkulu Selatan (05/12/2018), bertujuan agar dapat melihat langsung serta menilai kondisi lokasi terpilih sehingga bisa melakukan proses study kelayakan lebih lanjut. Pemeriksaan lokasi hasil penilaian yang dilakukan konsultan terhadap calon lokasi Pelabuhan Penyeberangan yang terpilih sebagai lokasi pelabuhan penyeberangan adalah lokasi di Desa Pasar Pino Raya Kecamatan Pino Raya, saat ini sudah masuk dalam draft revisi RTRW Provinsi Bengkulu sebagai kawasan pelabuhan penyeberangan.

Merupakan lahan terbuka, pemilihan lokasi berdasarkan hasil penilaian dikarenakan belum adanya perkotaan di kawasan calon pelabuhan, sehingga dalam pembangunan maupun pengembangan kawasan relatif lebih leluasa. Lokasi dengan luas daratan yang cukup luas ini memiliki topografi relatif datar (30-40%) mencapai kurang lebih 98% luas kawasan, sehingga dapat dipadukan dengan rencana kegiatan sejenis (pelabuhan perikanan) di sekitar kawasan pelabuhan penyeberangan nantinya. (Lia / Reka)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *