Monthly Archives: February 2019

KMP PULO TELLO SIAP BEROPERASI KEMBALI PASCA DOCKING

 

KMP Pullo Tello bersandar di Dermaga ASDP Pulau Baai Pasca Docking

KPM Pulo Tello

 

Setelah kurang lebih 3 minggu tidak beroperasi  karena menjalani Docking di galangan PT. Caputra Mitra Sejati Merak sejak awal Februari lalu, KMP Pulo Tello akan kembali beroperasi  melayani rute pelayaran Bengkulu-Enggano lagi. Hal ini disampaikan oleh Nickson Ambarita selaku Manager Usaha dan Teknik PT ASDP pada acara syukuran telah siap beroperasinya kembali KMP Pulo Tello Pasca Docking.

Acara syukuran ini dilaksanakan di atas Kapal KMP Pullo Tello dan dihadiri oleh Sekertaris Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Pelayaraan Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kepala UPTD UPP Pulau Baii, Staf Jajaran ASDP,  dan anak-anak yatim.

Nickson Ambarita juga mengatakan dalam satu tahun KMP Pullo Tello wajib melakukan Docking. Perawatan kapal sudah dilakukan secara menyeluruh seperti memperbaiki  mesin kapal, body kapal yang bocor atau keropos, plat yang tipis agar dapat  kondisinya lebih baik dan siap untuk beroperasi .

Ada beberapa fasilitas yang telah direnovasi pada saat Docking yaitu renovasi tempat duduk, tempat tidur penumpang (Tatami) untuk beristirahat dan pengantian Vinyl kapal. Hal ini di lakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang nyaman kepada penumpang kapal, karena jarak pelayaran yang memakan waktu cukup lama yaitu 13 jam perjalanan.

 

Adapun jadwal dan tarif KMP Pulo Tello sebagai berikut :

Semoga dengan beroperasinya kembali KMP Pulo Tello memudahkan konektivitas dan aksesibilitas dari Bengkulu-Enggano dan sebaliknya. (Cipa)

 

AJUKAN AKREDITASI UNIT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR (UPKB) , TIM KEMENHUB LAKUKAN PENILAIAN DAN VERIFIKASI KE KABUPATEN BENGKULU UTARA

Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (UPKB) merupakan salah satu sarana dalam pengawasan kelaikan dan keselamatan berkendara. Karena fungsinya yang vital maka keberadaannya wajib terakreditasi. Akreditasi ini akan memberikan nilai dan kredibilitas balai penguji yang ada. Dengan akreditasi ini pula proses pengawasan dan kontrol kelaikan kendaraan bermotor diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik dan hasil yang akurat dalam proses pengawasan melalu pengujian.

Akreditasi ini juga sebagai legalitas dalam pelaksanaan pengujian berkala dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten/kota maupun oleh swasta sesuai dengan yang tercantum dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan sejak tahun 2018 menghimbau agar UPKB bekerja dengan benar dan tidak asal-asalan. Karena ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Dalam rangka memenuhi akreditasi tersebut,  Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkulu Utara mengajukan surat permohonan kepada Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui surat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkulu Utara Nomor : 551/339/I/Dishub/BU/2108 tanggal 1 Oktober 2018.

Pengajuan yang disampaikan oleh Kabupaten Bengkulu Utara direspon oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan mengirimkan tim penilai dan verifikasi langsung ke UPKB Kabupaten Bengkulu Utara (21/2/2019).Tim penilai dan verifikasi tersebut yaitu

  1. Rudi Irawan, S.SiT, MT (Direktoral Jenderal Perhubungan Darat)
  2. Yulinda Malinda Lating, ST (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat)
  3. Edi Sunyoto (BPTD)
  4. Ir. Hasoloan Sormin (Dishub Provinsi Bengkulu)
  5. Dodi Efendi, Amd (IPKBI)

Dalam rangkaian akreditasi tersebut beberapa hal yang di verifikasi lalu di berikan penilaian oleh tim. Ada 2 unsur yang dinilai dan diverifikasi oleh tim, pertama adalah unsur administrasi dan yang kedua adalah unsur teknis.

Unsur Administrasi terdiri dari :

  1. Standar 1 : moto, visi dan misi
  2. Standar 2 : pelayanan
  3. Standar 3 : SOP Pendaftaran, SOP Perpanjangan, SOP Numpang Uji, SOP Pelaksanaan, SOP Penggunaan Alat Uji, dan SOP Penanganan Pengaduan
  4. Standar 4 : Penanganan Pengaduan
  5. Standar 5 : survei IKM
  6. Standar 6 : papan pengumuman
  7. Standar 7 : rencana pelaporan Kepada Dirjen Hubdat

 

Unsur Teknis terdiri dari :

  1. Standar 1 : lokasi
  2. Standar 2 : Fasilitas Pengujian
  3. Standar 3 : Peralatan Pengujian
  4. Standar 4 : Kalibrasi
  5. Standar 5 : Kompetensi Penguji
  6. Standar 6 : Sistem Informasi Manajemen Uji Berkala
  7. Standar 7 : Waktu Pelayanan
  8. Standar 8 : Tanda Bukti Lulus Uji
  9. Standar 9 : Pemeliharaan Fasilitas
  10. Standar 10 : Kapasitas Uji

Dari 2 unsur teknis tersebut masih ada beberapa standar yang masih harus ditingkatkan secara simultan oleh UPKB Kabupaten Bengkulu Utara agar akreditasi UPKB tersebut semakin baik ke depannya. Hasil penilaian dari tim ini akan di sampaikan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan nantinya Dirjen Hubdat yang akan mengeluarkan akreditasinya. Semoga akreditasi yang keluar untuk UPKB Kabupaten Bengkulu Utara nantinya akan memberikan efek semakin meningkatnya kualitas pelayanan dan hasil ujinya. (JEP)

 

KMP PULO TELLO JALANI DOCKING, RUTE BENGKULU-ENGGANO HANYA DILAYANI KM SABUK NUSANTARA 52

Rute pelayaran Bengkulu Enggano dan sebaliknya selama ini dilayani oleh KMP Pulo Tello dan KM Sabuk Nusantara 52. Namun bulan Februari ini KM Pulo Tello melakukan perawatan rutin tahunan dan  akan menjalani proses Docking di Galangan PT. Caputra Mitra Sejati Merak. Proses Docking diperkirakan selama 1 bulan di mulai dari 2 Februari 2019.

 

Sehubungan dengan kegiatan Docking tersebut, untuk jadwal pelayaran Bengkulu-Enggano dan Enggano – Bengkulu saat ini hanya akan dilayani oleh KM Sabuk Nusantara 52 yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Sesuai dengan Surat Penugasan melaksanakan perjalanan Kapal Perintis (Emplooi) yang disampaikan oleh PT Pelni (Persero) tertanggal 22 Januari 2019, adapun rute dan jadwal KM Sabuk Nusantara 52  sebagai berikut :

Setelah proses Docking selesai jadwal pelayaran Bengkulu-Enggano dan sebaliknya akan kembali dilayani oleh KMP Pulo Tello dan KM Sabuk Nusantara 52. Semoga dengan kehadiran KM Sabuk Nusantara 52, pelayaran dari Bengkulu-Enggano dan sebaliknya tetap bisa berjalan dengan baik dan lancar selama proses Docking berjalan. (JEP)