Monthly Archives: October 2018

Pembinaan Keselamatan Pelayaran di Kampung Nelayan di Desa Pasar Lama, Kabupaten Kaur

Bintuhan, (26/10/18) Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Keselamatan Pelayaran di Kampung Nelayan di Desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kepedulian para nelayan akan arti pentingnya keselamatan dalam pelayaran sebagai nelayan sehingga meningkatakn hasil tangkap ikan dan produktifitas para nelayan yang bisa meningkatkan kesejahteraan para nelayan dengan mengurangi resiko kecelakaan kapal nelayan.

Sosialisasi yang di lakukan Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu ini melibatkankan Dinas Perhubungan Kabupaten Kaur, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Provinsi Bengkulu, Polsek Kaur Selatan, Camat Kaur Selatan beserta Pengelola Administrasi Desa Pasar Lama dan 75 orang nelayan yang ada di Desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan.

Dengan dilakukannya kegiatan Pembinaan Keselamatan Pelayaran di kampung nelayan Desa Pasar Lama Kabupaten Kaur ini menunjukan usaha pemerintah daerah provinsi Bengkulu melalui Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu menunjukan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar dalam meningkatkan tingkat keselamatan nelayan daerah Bengkulu secara proaktif. Menciptakan generasi nealayan yang sigap, terampil, tangguh, dan mampu bersaing dengan nelayan daerah lain atau luar negeri di bidang keselamatan pelayaran khusus nelayan untuk membantu para nelayan di Desa Pasar Lama, Kabupaten Kaur.

Tidak hanya dilakukan pembinaan tentang keselamatan pelayaran kepada para nelayan juga di berikan 5 set bantuan alat keselamatan pelampung (life buoy) dan jaket penyelamatan (life jacket). Dalam sosialisasi yang dihadiri 75 orang nelayan juga disosialisasikan mengenai aturan dan tata cara pengukuran dan bobot kapal/perahu.

 

”Keselamatan pelayaran bagi para nelayan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh pemerintah, dimana rata-rata nelayan yang ada di provinsi Bengkulu masih menggunakan kapal dan alat-alat sederhana. Diperlukan sebagai lata tindakan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah untuk ikut menjaga keselamatan nelayan tersebut salah satunya dengan melakukan pembinaan tentang keselamatan pelayaran dan sekaligus menginvetarisir kelengkapan administrasi kapal milik para nelayan dan terjaminya keselamatan para nelayan” jelas Ir. B. Budi Djatmiko, MM selaku Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu.

Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Kementerian Perhubungan Gelar Diklat Di Provinsi Bengkulu

Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Kementerian Perhubungan bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu gelar Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat, di Nala Seaside Hotel, Rabu (24/10/18). Dibuka oleh Asisten I Setda Provinsi Hamka Sabri, diklat ini diikuti 120 peserta antara lain dari Dinas Perhubungan, masyarakat umum, pengusaha angkutan dan pengemudi angkutan umum. Dibagi kedalam 4 kategori pendidikan, yakni Pendidikan dan Pelatihan Orientasi LLAJ, Keselamatan Lalu Lintas, Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum dan Pelatihan Pengemudi Profesional Angkutan Umum.

Dalam sambutannya, Hamka berharap Diklat ini diikuti seluruh peserta secara sungguh-sungguh agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dan dibagi kepada orang lain.  “Keberhasilan program ini, jika bapak ibu peserta diklat dapat mentransfer ilmu yang telah didapat ke masyarakat.” ujar Hamka.

Dijelaskan Kepala Bagian Administrasi Akademik STTD Tony Agus Setiono, diklat pemberdayaan masyarakat seperti ini, rutin digelar setiap tahun. Dikatakannya, untuk tahun 2018 dan 2019 Presiden Jokowi mencanangkan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilkaukan untuk melatih sumberdaya manusia sebagai operator dari infrastruktur yang telah dibangun pemerintah selama 3 tahun periode kabinet kerja.

“Kalau infrastruktur sudah jadi, maka diperlukan sumberdaya manusia yang akan mengoperasikan infrastruktur yang sedang dibangun ini.” jelas Tony.

Selama diklat berlangsung peserta dibagi menjadi 4 kelas yakni masing-masing kelas terdiri dari 30 peserta diklat, diklat yang di adakan selama tiga hari itu Tony berpesan kepada peserta diklat untuk berpartisipasi aktif menjadi agen keselamatan berlalulintas di tengah lingkungannya. “Setelah menjalani diklat selama tiga hari kedepan, mudah-mudahan adek-adek yang mengikuti diklat ini bisa menjadi agen keselamatan bagi sanak family dan tetangga-tetangganya.” kata Tony.

Selama tiga hari kedepan, 120 peserta diklat ini akan mendapat pelajaran tentang tertib berlalulintas, baik secara teori maupun praktik. Kegiatan ini merupakan agenda rutin STTD untuk mencetak agen-agen keselamatan berlalulintas di samping menjadi agen keselamatan  Para peserta diklat ini juga kami minta untuk membantu mengenalkan keberadaan STTD.

Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum pelaksanaan diklat berjalan dengan baik, dimana seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti diklat. Para peserta juga sangat berharap mereka dapat diikutkan kembali pada diklat yang lain sehingga mereka menjadi lebih paham mengenai tugas pokok dan fungsi sub sektor Perhubungan Darat. (Reka)

Kadishub Lakukan Peninjauan Pada 3 Titik Lokasi Sektor Perhubungan di Kabupaten Mukomuko

Bersama jajaran dan Kepala UPBU Mukomuko, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM melakukan peninjauan di di Unit Penyelengara Bandar Udara (UPBU) Mukomuko terkait kesiapan penerbangan perdana pesawat Wings Air rute Bengkulu – Mukomuko Pulang Pergi (PP), setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) yang disambut langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko Apriansyah ST, MT.

Seraya melakukan koordinasi, disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko beberapa hal tentang rencana pembenahan dan pengalihan infrastruktur jalan yang akan disesuaikan dengan Masterplan Tahun 2019, dikarenakan kondisi eksisting Bandar Udara Mukomuko, salah satunya mengenai arus lalu lintas dan arus kendaraan yang masih melintasi area bandar udara.

Dengan beroperasinya salah satu maskapai anak perusahaan Lion Group, Wings Air akan membuka penerbangan perdana ke Kabupaten Mukomuko yang merupakan kabupaten di Bengkulu berbatasan dengan Sumatera Barat. Diharapkan selain mendukung sektor pariwisata, pembukaan rute baru ini juga meningkatkan konektivitas dengan kabupaten Mukomuko. Untuk saat ini layanan penerbangan Wings Air Bengkulu – Mukomuko akan terbang dengan jarak tempuh berdurasi perjalanan berkisar 30 menit dan lebih efektif jika dibandingkan waktu tempuh perjalanan darat sekitar 7 – 8 jam.

Penerbangan perdana Wings Air tanggal 25 oktober 2018 akan di mulai dari Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ( BKS) pukul 07.40 WIB dengan nomor penerbangan IW-1134 dan pesawat akan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Mukomuko yang terletak di Desa Bandar Ratu kabupaten Mukomuko (MPC) pada pukul 08.20 WIB. Untuk rute sebaliknya, Wings Air bernomor IW-1134 ini akan berangkat dari Mukomuko pada pukul 08.40 WIB, kemudian diperkirakan mendarat di Bandar Udara Fatmawati Soekarno pukul 09.20 WIB.

Tidak hanya melakukan peninjauan sektor perhubungan udara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu juga melanjutkan peninjauannya pada sektor perhubungan laut dengan menuju titik lokasi rencana pembangunan Pelabuhan Laut di Kabupaten Mukomuko. Pada saat ini sedang dilakukan kajian studi kelayakan persiapan pembangunan Pelabuhan Laut di Mukomuko. Mukomuko merupakan salah satu wilayah prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk pembangunan jalur laut, bersama 2 Kabupaten lainnya, Bengkulu Selatan dan Kaur.

Diakhiri dengan peninjauan sektor perhubungan darat dan pengecekan fungsi Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) pada Terminal Tipe B di Kelurahan Koto Jaya. Terminal tipe B atau Terminal Regional ini selayaknya dibenahi agar dapat berfungsi maksimal dalam melayani kendaraan umum untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan. (Reka / Lia)

Focus Group Discussions (FGD) Laporan Antara dan Draft Konsep Laporan Akhir Penyusunan Dokumen Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil)

DR. Rohidin Mersyah, MMA selaku Plt Gubernur Bengkulu membuka acara Focus Group Discussions (FGD) terhadap Laporan Antara dan Draft Konsep Laporan Akhir Penyusunan Dokumen Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil) yang juga di hadiri Kepala Bagian Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Ir. Mutharudin, M.Si. MsTr., seluruh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi se- Provinsi Bengkulu beserta mitra kerja dan OPD terkait juga Konsultan PT. Kharisma Cipta Kuasa.
Dalam acara FGD yang mengusung tema “Pengembangan Aksesibilitas dan Konektivitas Perhubungan Untuk Mendukung Pembangunan Daerah dan Nasional” dilaksanakan di Grage Hotel dan pada acara ini Plt Gubernur Bengkulu sekaligus menjadi narasumber, Rabu (17/10/18).
Dalam sambutannya Rohidin Mersyah menyampaikan “Melalui pertemuan ini saya berharap agar akhir ini nantinya menjadi pedoman orang Bengkulu dalam mendesain tataran transportasi wilayah di Bengkulu ini. Kegiatan ini sangat penting untuk mendukung sektor transportasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, dikarenakan transportasi menjadi konektivitas bagi masyarakat, sehingga diperlukan data yang sangat detail dan terperinci. Saat ini ada 18 provinsi yang menerapkan Tatrawil dan 1 daerah yang menggunakan Perda (Peraturan Daerah), termasuk Provinsi Bengkulu yang sedang dalam penyelesaian dokumen akhir  Tatrawil. Hal ini sangat diharapkan dapat mengangkat potensi yang ada di Bengkulu ini agar perekonomian daerah meningkat dan saya harap pula diskusi ini agar terarah dan menjadikan Bengkulu ke arah yang lebih baik lagi.” ungkap Rohidin Mersyah.
Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjelaskan, transportasi tidak boleh dibatasi oleh wilayah administrasi georagrafi, sebab transportasilah yang menembus batas wilayah. Kebutuhan masa depan Bengkulu yang dalam konteks ini tidak bisa lepas dari kawasan Sumatera bahkan konteks Nasional. “Terkait desain pengembangan sarana prasarana transportasi baik udara laut maupun darat, tentunya kita tidak hanya berfikir internal Bengkulu tetapi bagaimana sarana prasarana itu terkoneksi dengan Provinsi tetangga.” jelas Rohidin Mersyah.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko pada kesempatan ini mengungkapkan kegiatan FGD ini guna untuk memetakan transportasi rencana 20 tahun kedepan baik darat maupun udara. Menurutnya, Bengkulu masih terbatas terutama dengan 4 Provinsi tetangga, khususnya terkait dengan angkutan logistik.
“Kita ingin membuka aksesibilitas dan konektivitas melalui pelabuhan Pulau Baai yang merupakan pelabuhan samudera, karena selama ini akses kita terbatas dan terisolir. Pelabuhan ini sangat dimungkinkan sebagai salah satu akses langsung ke luar provinsi.” ungkap Budi Djatmiko. (Reka/Lia)