Monthly Archives: July 2018

Pembinaan Keselamatan Pelayaran di Kampung Nelayan Desa Serangai, Bengkulu Utara

Dinas perhubungan Provinsi Bengkulu melalui Bidang Pelayaran melakukan kegiatan Pembinaan Keselamatan Pelayaran di Kampung Nelayan mengusung tema “Dengan Pengukuran Kapal Nelayan Kita Wujudkan Legalitas Kepemilikan Kapal Guna Menjamin Keselamatan Pelayaran” yang di hadiri oleh Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Kepala Kecamatan Batik Nau, Kapolsek Batik Nau, BABINSA dan KSOP serta para nelayan di kampung nelayan Desa Serangai kecamatan Batik Nau kabupten Bengkulu Utara (24/07/2018).

Provinsi Bengkulu mempunyai potensi kelautan yang sangat menjanjikan. Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai yang cukup panjang yaitu sekitar 525 KM, dengan garis pantai yang melewati 6 kabupaten dan 1 kota Bengkulu. Di daerah yang dilewati garis pantai tersebut tentu saja terdapat beberapa titik pelabuhan pendaratan ikan.

“Yang pertama harus diperhatikan adalah seluruh nelayan wajib memiliki keterampilan menggunakan alat transportasi kapal dan telah bersertifikasi, yang kedua kapal dilengkapi alat keselamatan berupa pelampung dan jaket keselamatan, dan yang ketiga diharapkan seluruh trayek memiliki alat GPS supaya saat dia berlayar dapat terdeteksi posisi dan titik lokasi kapal” ungkap Budi Djatmiko Kepala Dinas Perhubungan Provinsi

Keselamatan pelayaran bagi para nelayan merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan oleh pemerintah. Rata-rata nelayan yang ada di Provinsi Bengkulu masih menggunakan kapal dan perlengkapan berlayar yang sederhana. Diperlukan berbagai tindakan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah untuk ikut menjaga keselamatan nelayan sekaligus menginvetarisasi kelengkapan administrasi kapal milik para nelayan dan terjaminnya keselamatan pelayaran para nelayan.

Dalam kesempatan ini Dinas perhubungan melalui Kepala Dinas menyerahkan bantuan kepada para nelayan yang ada di Desa Sarangai yaitu 1 buah life jaket dan 1 buah lifebuoy. (Reka/Lia)

Penyerahan Bantuan Alat Keselamatan Pelayaran Pada Penyelenggaraan Pekan Daerah (PEDA) XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2018

Penyelenggaraan Pekan Daerah (PEDA) ke-16 Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2018 tingkat Provinsi Bengkulu dilaksanakan di kabupaten Bengkulu Selatan (BS) dan acara puncak dibuka langsung oleh Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mershah, M.Ma di Stadion Manna – Bengkulu Selatan (18/07/2018). Dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Ir B. Budi Djatmiko, MM, pada kesempatan ini turut menyalurkan bantuan alat keselamatan pelayaran kepada nelayan andalan Provinsi Bengkulu melalui Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan, Novianto S.Sos, M.Si berupa 5 unit Life Buoy dan 5 unit Life Jacket.

Peralatan yang disalurkan tersebut diperuntukkan bagi nelayan Pasar pino, Pino Raya dan nelayan di Kabupaten Bengkulu Selatan lainnya. “Bantuan ini diberikan untuk menjaga keselamatan nelayan saat melaut, dengan adanya bantuan ini diharapkan para nelayan lebih peduli dengan keselamatan pelayaran dan juga keselamatan kapal, meskipun dalam keadaan cuaca yang kurang baik. Dan merupakan tugas pemerintah untuk melakukan pengendalian dan pengawasan yang meliputi pemberian arahan, bimbingan, pelatihan, perizinan, sertifikasi, serta bantuan teknis di bidang pembangunan dan pengoperasian agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan termasuk melakukan korektif.” ujar Budi Djatmiko.

Dijelaskan Kepala Dinas pada wawancara singkatnya, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran adalah terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, pelabuhan dan lingkungan maritim. Sedangkan keselamatan kapal yaitu keadaan kapal yang memenuhi persyaratan material, konstruksi, bangunan, permesinan dan perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan termasuk perlengkapan alat penolong dan radio elektronik kapal yang dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian.

Ditempat yang sama kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan, Novianto S.Sos M.Si, mengucapkan terimakasih dengan bantuan alat keselamatan pelayaran yang telah disalurkan melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu. “Dengan kepedulian akan keselamatan para nelayan, diharapkan bantuan ini sangat bermanfaat buat para nelayan yang ada di Bengkulu Selatan dan bantuan ini akan segera diserahkan ke nelayan” ucap Novianto. (Reka/Lia)

Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Haji Bengkulu 2018

Pada Persiapan Pemberangkatan Jama’ah Haji Provinsi Bengkulu, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu kembali melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas angkutan jalan (Ramp check) pada Senin (16/07/2018). Pemberangkatan Jama’ah Haji Provinsi Bengkulu tahun 1439 H / 2018 M ini dijadwalkan sebagai kelompok terbang (kloter) pertama yang akan diberangkatkan pada tanggal 22 Juli 2018 menuju Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Ir. B. Budi Djatmiko, MM bersama jajaran turun langsung memantau pengecekan dan pemeriksaan armada BUS PO Putra Raflesia di Bandara Fatmawati  yang digunakan sebagai angkutan calon Jama’ah Haji 2018 ini, agar keselamatan para penumpang calon Jama’ah Haji yang berjumlah 1.642 orang dari seluruh wilayah yang ada di Provinsi Bengkulu dipastikan harus aman setelah melalui serangkaian pengecekan mulai dari kelengkapan administrasi sampai kelayakan fisik kendaraan.

Sebagai persiapan kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan alat X-Ray yaitu alat detector di lokasi Wisma Haji Bengkulu yang digunakan untuk mendeteksi secara visual semua barang bawaan calon penumpang pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dengan cepat tanpa membuka kemasan barang yang dibawa calon jama’ah haji.

 

“Tujuan di lakukannya pengecekan ini agar tidak terjadi kendala dalam perjalanan demi kenyamanan dan keselamatan para calon jama’ah haji” ungkap Budi Djatmiko. (Reka/Lia)

Rapat Koordinasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi, Melaksanakan Dan Menegakkan Aturan Keselamatan Transportasi Dengan Tanpa Kecuali Dan Tanpa Kompromi

Bertempat di Aula Merlyn Park Hotel, Rapat Koordinasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi, Jumat 06 Juli 2018, merupakan tindak lanjut terhadap arahan Bapak Presiden Republik Indonesia dalam menyikapi musibah kecelakaan perairan yang akhir-akhir ini terjadi dan sebagai wujud nyata upaya pemerintah  dalam rangka membangun kesadaran pelaku transportasi akan pentingnya keselamatan dan keamanan transportasi.

Sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan sektor transportasi dan mengingat adanya otonomi daerah, agar dapat dilaksanakan dengan baik, koordinasi penerapan perundangan-undangan tersebut perlu harus ditingkatkan. Sehingga dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi  diinstruksikan kepada semua jajaran perhubungan sebagai berikut:

  1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua sarana dan prasarana  transportasi, baik menyangkut persyaratan teknis maupun administrasi;
  2. Melakukan sosialisasi intensif terkait peningkatan pengawasan keselamatan dan keamanan bagi kelaikan sarana dan prasarana transportasi;
  3. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar mengacu pada ketetapan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan transportasi;
  4. Penegakan aturan keselamatan transportasi di lapangan dilaksanakan dengan tanpa kecuali dan tanpa kompromi, sesuai standar dan prosedur operasional (SOP).
  5. Peristiwakecelakaan di wilayah salah satu UPT wajib untuk menjadi pembelajaran bagi UPT lainnya agar peristiwa serupa tidak terulang.

Keselamatan transportasi merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama, dengan demikian faktor keamanan dan keselamatan transportasi menjadi prioritas dan menjadi budaya bagi para pengguna dan operator transportasi. Dengan menjadikan keselamatan dan keamanan transportasi sebagai budaya diharapkan penanganan keselamatan transportasi bukan hanya dilakukan dalam bentuk penanganan musibah yang bersifat responsif saja, tetapi juga dilakukan tindakan-tindakan pencegahan yang bersifat preventif.

Pada kesempatan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya mengingatkan bahwa menjamin keselamatan dan keamanan transportasi terdapat tiga elemen utama yang berpengaruh, yaitu Regulator (pemerintah pusat dan pemerintah daerah), Operator/Provider (manajemen/pengelola jasa) dan User/Pengguna Jasa yaitu masyarakat luas. Oleh karena itu, ketiga elemen tersebut harus saling sinergi dan bahu membahu dalam mewujudkan transportasi yang selamat, aman dan nyaman.

Keselamatan dan keamanan transportasi harus menjadi isu penting dalam industri transportasi, baik jalan, kereta api, pelayaran maupun penerbangan. Keselamatan dan Keamanan Transportasi tidak hanya diprioritaskan pada  perairan tapi juga pada pengawasan muatan angkutan barang (overdimension dan overloading) dan penanganan perlintasan sebidang. Berkaitan dengan perlintasan sebidang, khususnya pada jalan provinsi, kabupaten dan kota, saya menghimbau kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk berperan aktif mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang.

Di bidang penerbangan, saat ini kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan tidak lagi hanya dikaitkan dengan peristiwa kecelakaan pesawat udara semata, akan tetapi juga kejadian kesalahan prosedur yang dilakukan oleh operator penunjang penerbangan akan menjadi perhatian masyarakat secara luas. Hal ini merupakan tantangan besar pada peningkatan pengawasan dan pengendalian baik terhadap  operator bandar udara, operator angkutan udara maupun operator-operator penunjang penerbangan lainnya, guna meminimalisir tingkat kecelakaan dan kesalahan prosedur.

Budi Karya Sumadi berharap bagi jajaran perhubungan untuk melakukan refleksi dan perbaikan diri dan tidak bisa lagi menganggap keselamatan sebagai suatu takdir. Keselamatan harus diusahakan dengan sekuat tenaga, daya, dan pikiran serta memberikan pelayanan kepada masyarakat agar melaksanakan dan menegakkan aturan keselamatan transportasi dengan tanpa kecuali dan tanpa kompromi.

“Hal ini harus menjadi perhatian bagi kita, agar kejadian beberapa waktu yang lalu telah terjadi 2 (dua) insiden, yaitu peristiwa tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun di Danau Toba antara perairan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras pada tanggal 18 Juni 2018 dan tenggelamnya kapal KMP. Lestari Maju saat berlayar di perairan Desa Ba’dilang, Kabupaten Selayar pada tanggal 3 Juli 2018. Saya berharap kejadian ini bisa dimaknakan sebuah teguran dan tidak terulang kembali”, demikian ditegaskannya. (Lia)