Bidang Pengembangan

DISHUB PROVINSI BENGKULU DUKUNG SOSIALISASI SIPENCATAR PERHUBUNGAN 2019

 

 

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan menggelar sosialisasi Seleksi Penerimaan Calon Taruna/I (Sipencatar) 2019-2020 yang digelar di Hotel Nala Sea Side Kota Bengkulu (26/03/2019). Acara ini merupakan rangkaian (road show) sosialisasi Sipencatar 2019 yang digelar di sejumlah kota di Pulau Sumatera.

Sebagai peserta dalam kegiatan ini antara lain dari Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Bengkulu, Kepala Sekolah, guru dan Siswa Siswi SMA / SMK di kota Bengkulu. Adapun narasumber kegiatan ini yaitu :

  1. Edi Santosa, dari juru penerangan Pusbang SDM Perhubungan Darat
  2. Asrizal, dari Matra Darat / STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)
  3. Dwi Ari wibowo, dari Matra Laut / Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh
  4. Beny suherman, dari Matra Udara / Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan

 

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Syafril, SE, MsTR, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya  disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu sangat mendukung program ini dan berharap pada tahun ini Pemerintah Provinsi beserta Pemerintah Kabupaten dan Kota akan segera menindak lanjuti MoU dengan Kementerian Perhubungan dalam rangka kesinambungan Program Sipencatar bagi Putra Putri daerah Provinsi Bengkulu.

“Dengan adanya Penerimaan Calon Taruna Perhubungan tahaun 2019/2020 ini kita harapkan nantinya akan tersedia Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang transportasi dapat merata ke seluruh Indonesia, sehinga akan tersedia SDM transportasi yang memiliki pengetahuan yang memadai, keterampilan yang mumpuni, kompetensi yang handal serta perilaku yang terpuji untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat serta dapat menunjang terwujudnya visi pembangunan daerah yaitu untuk mewujudkan Bengkulu yang Maju, Sejahtera, Bermartabat dan Berdaya Saing,”ungkapnya.

Adapun jadwal pendaftaran jalur pola pembibitan dimulai pada tanggal 1 – 30 April 2019, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 13-17 Mei 2019, pelaksanaan Tes Kesehatan, Kesamaptaan dan Wawancara pada 9-12 Juli 2019 dan Pengumuman hasil akhir pada 19 Juli 2019.  Untuk informasi lengkap dapat di akses melalui website: http://sipencatar.dephub.go.id

Semoga dengan adanya sosialisasi ini akan meningkatkan animo masyarakat Bengkulu khususnya siswa dan siswi SMA/SMK di Provinsi Bengkulu untuk mengikuti penerimaan taruna perhubungan tahun 2019/2020 dan bisa menjadi ASN bidang transportasi yang menunjang kemajuan Provinsi Bengkulu nantinya.

PESAWAT PERINTIS KEMBALI MENGUDARA DI BENGKULU

 

Kabar gembira datang dari dunia penerbangan di Provinsi Bengkulu. Pertanggal 25 Maret kemarin pesawat perintis dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kembali beroperasi. Rute penerbangan ini dimulai dari Padang (start)-Mukomuko , Mukomuko-Bengkulu, Bengkulu-Enggano, Enggano-Bengkulu, Bengkulu-Mukomuko, dan Mukomuko-Padang (Finish). Jadwal penerbangan ini terjadwal setiap hari senin setiap pekannya.
Saat ini frekuensi penerbangan perintis ini hanya satu kali dalam sepekan. Namun Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengajukan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar di tahun 2020 frekuesni penerbangan perintis bisa menjadi 3 kali seminggu.
Penerbangan perintis ini di operatori oleh Maskapai Aviastar dengan menggunakan pesawat Twin Otter berkapasitas 18 tempat duduk.
Adapun tarif dari penerbangan ini yaitu :
1. Padang-Mukomuko Rp. 288.500,- dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB
2. Mukomuko-Bengkulu Rp.550.000,- dengan jadwal keberangkatan pukul 08.25 WIB
3. Bengkulu-Enggano Rp. 288.500,- dengan jadwal keberangkatan pukul 09.55 WIB
4. Enggano-Bengkulu Rp.278.500,- dengan jadwal keberangkatan pukul 11.05
5. Bengkulu-Mukomuko Rp. 550,000,- dengan jadwal keberangkatan pukul 12.25 WIB
6. Mukomuko-Padang Rp.303.500,- dengan jadwal keberangkatan pukul 13.45

Tarif penerbangan khusus untuk penerbangan rute Mukomuko – Bengkulu dan sebaliknya, tidak termasuk rute perintis (non perintis) sehingga tarifnya ditentukan oleh maskapai (sedikit lebih tinggi dari tarif perintis yg disubsidi pemerintah). Untuk tahun 2019 ini operasional penerbangan perintis Provinsi Bengkulu menginduk ke Bandara Binaka Gunung Sitoli Sumatera Utara. Semoga dengan hadirnya penerbangan ini memudakan konektivitas dan aksesibilitas transportasi di Provinsi Bengkulu.

Bandara Fatmawati Soekarno Bersolek Siap Menjadi Bandara Bertaraf Internasional *

ReferensiPublik >>  Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu  melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Perkeretaapian (Syafril,SE,Mstr) menyampaikan bahwa saat ini sedang proses pengalihan pengelolaan Bandara Fatmawati Soekarno dari Kementerian Perhubungan kepada BUMN PT. Angkasa Pura II (Persero) dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, diharapkan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi lebih maju dan berkembang dengan kualitas pelayanan bertaraf Internaisional.

Syafril juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mengupayakan adanya penambahan rute-rute penerbangan baru baik dalam negeri maupun luar negeri. Fasilitas pokok bandar udara juga akan terus dikembangkan seperti terminal keberangkatan/kedatangan, landasan pacu, apron, pelataran parkir publik serta fasilitas lainnya.  Saat ini fokus pembangunan adalah pengembangan terminal, tahun 2018 dilaksanakan pengembangan tahap I dari 3 tahap yang direncanakan. Diharapkan pada tahun 2020 dan 2021 pengembangan terminal dapat diselesaikan. Landasan pacu akan diperpanjang dari 2.250 meter menjadi 2.800 meter, apron (tempat parkir pesawat) juga akan diperluas sehingga dapat menampung lebih banyak pesawat, naik turun penumpang nantinya akan menggunakan garbarata.

“Program Pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno telah direncanakan dengan seksama berdasarkan rencana induk yang ditetapkan Menteri Perhubungan, kita mengharapkan agar Pemerintah apakah melalui Kementerian Perhubungan atau melalui PT. Angkasa Pura II dapat mempercepat realisasinya, karena Bandara Fatmawati Soekarno mempunyai peranan sangat strategis bagi pembangunan daerah dalam menunjang pengembangan aksesibilitas dan konektivitas Provinsi Bengkulu baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Dengan berkembangnya Bandara akan mendorong berkembangnya penerbangan yang pada gilirannya mempunyai “multiflier effect” bagi pembangunan dan kemajuan daerah ,” ujarnya saat dijumpai di ruangan kerjanya. Jumat (22/03/2019).

Ia juga menuturkan bahwa dalam tahun 2018 jumlah penumpang melalui Bandara Fatmawati Soekarno sudah lebih dari 1 juta orang dan jumlah penerbangan sudah lebih dari 10.000 kali dalam kurun waktu 1 tahun, artinya prospek penerbangan di Provinsi Bengkulu dimasa mendatang cukup menjanjikan. Disamping rute penerbangan domestik yang ada saat ini yaitu dari Bengkulu tujuan Jakarta, Batam, Palembang, Padang dan Lampung (dan sebaliknya), Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah mengupayakan untuk adanya rute-rute baru seperti dari Bengkulu tujuan Bandung, Jogjakarta dan Medan. Disamping itu ada peluang pembukaan rute penerbangan internasional Bengkulu – Malaysia mengingat cukup banyak warga Malaysia yang merupakan keturunan Bengkulu, mereka  menginginkan adanya penerbangan langsung Bengkulu – Malaysia agar dapat meningkatkan kunjungan sosial budaya, pendidikan dan bisnis. Apabila telah terbuka penerbangan ke luar negeri maka Bandara Fatmawati Soekarno akan meningkat statusnya dari Bandara domestik menjadi Bandara Internasional.

“Kita berharap pengembangan fasilitas dan pelayanan bandara, pengembangan rute penerbangan serta peningkatan status menjadi bandara internasional akan lebih cepat terwujud dibawah pengelolaan PT. Angkasa Pura II” ungkapnya.

Sementara itu ketua RT 07 Syarudin mengatakan bahwa sebagai masyarakat sangat mendukung program pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno dan pengelolaan oleh PT. Angkasa Pura II, diharapkan akan terbuka peluang kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar  sebagai pemacu pembangunan serta mengembangkan ekonomi untuk masyarakat di Bengkulu.

“Kami masyarakat sangat mendukung program pembangunan Bandara yang akan beralih status pengelolaan oleh Angkasa Pura, tetapi harapan masyarakat juga perlu diperjuangkan, ya kalo bisa libatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja, jangan semuanya dari luar, supaya masyarakat juga senang,” harap ketua RT.

Senada dengan itu Sumiati warga sekitar bandara mengatakan, “ Ya banyakin tenaga kerja khususnya warga bengkulu, karena ini juga berdampak ke sektor ekonomi masyarakat,” tutup Sumiati

*Repost dari : http://www.referensipublik.com/bandara-fatmawati-soekarno-bersolek-siap-menjadi-bandara-bertaraf-internasional

ANGKASA PURA II (AP II) SIAP KELOLA BANDARA FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU

Kabar gembira datang dari Direktur Angkasa Pura II Bapak M. Awaludin saat kunjungan kerjanya ke Bengkulu, Ahad(24/3/19). Di dampingi beberapa stafnya, Bapak M. Awaludin datang dalam rangka menindaklanjuti MoU antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dengan PT Angkasa Pura II (Persero) terkait percepatan serah terima pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dari UPBU Kemenhub kepada PT Angkasa Pura II (Persero).

Pasca landing dengan menggunakan Maskapai Citylink, Bapak M. Awaludin di sambut di gedung VIP Bandara Fatmawati Sokearno oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan M. Yusuf, ST, Kepala Bidang Pengembangan dan Perkeretaapian Syafril, SE, MsTR, dan Kepala Bidang LLAJ Drs. Hasoloan Sormin,MM. Selanjutnya rombongan langsung menuju Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu untuk bertemu dengan Gubernur Bengkulu.

Di Gedung  Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, rombongan langsung disambut oleh Gubernur Bengkulu dilanjutkan dengan makan siang bersama dan berbincang  santai sambil menikmati hidangan. Dalam kesempatan itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, dalam kunjungan Presiden RI Februari lalu, Presiden menyampaikan bahwa dipastikan akan segera meng-uprgade infrastruktur strategis Bengkulu yaitu Bandara Fatmawati Soekarno. Sehingga, beberapa bulan kedepan setidaknya Mei 2019 proses pengembangan Bandara kebanggaan masyarakat Bumi Rafflesia ini bisa terlaksana.

“Kalau bisa jangan terlalu lama, 2 hingga 3 bulan kedepan, bahwa pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno dibawah pengelolaan Angkasa Pura II ini saya kira bisa dilakukan,” ungkap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai menerima pertemuan dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero).

Lanjut Gubernur Rohidin Mersyah, pertemuan ini juga membahas terkait penambahan jalur penerbangan domestik seperti ke Sumatera Utara, Bandung dan Jogjakarta serta penerbangan internasional seperti ke Singapura dan Malaysia.“Jadi kita juga berharap penerbangan domestik bahkan internasional, dibawah pengelolaan Angkasa Pura II ini juga bisa segera terlaksana,” pungkasnya. .

Dikatakan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, kehadiran pihaknya ke Bengkulu juga sebagai bentuk upaya intensif antar stakeholder Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu percepatan serah terima pengoperasian Bandara tersebut. Pemerintah Provinsi Bengkulu diharapkan dapat mendukung percepatan proses serah terima pengoperasian bandara agar dapat segera terlaksana. Angkasa Pura telah menyiapkan dana sebesar 434 Milyar dalam rangka pengembangan fasilitas pokok yang ada di Bandara Fatmawati Soekarno seperti gedung terminal dan landasan serta apron.

Melihat laju pergerakan penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno yang mencapai 1.068.450 penumpang di tahun 2018 telah melebihi kapasitas terminal eksistingnya yang hanya 500 ribu penumpang per tahun, dan pergerakan pesawat yang mencapai 9.751 pesawat per tahun serta pergerakan kargo yang lumayan sebanyak 4.132 ton. Ini menunjukkan ada prospek yang baik dari Bandara Fatmawati Soekarno kedepannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Gubernur yang telah menerima kunjungan kerja kami ini dan mendukung dalam percepatan proses serah terima pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno. Sinergi seluruh stakeholder sangat diperlukan untuk percepatan pengelolaan ini” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin. Semoga pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno akan menunjang aksesibilitas dan konektivitas di Provinsi Bengkulu.