Monthly Archives: Juni 2018

Pemantauan Arus Mudik Dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2018

Pemantauan Arus Mudik Di Ruas Jalan, Kabupaten Seluma

H- 4 jelang Lebaran 2018, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu melakukan pemantauan arus mudik bersama jajarannya pada ruas jalan Kabupaten Seluma berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Bidang Perhubungan Kabupaten Seluma.

Berdasarkan pemantauan yang dilaksanakan, terpantau arus kendaraan mudik di ruas jalan lintas Seluma- Manna (Bengkulu Selatan) ini berjalan lancar. Terpusat pada salah satu perbaikan jembatan tepatnya di Desa Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma, disarankan agar pengemudi ekstra hati-hati pada saat mengemudikan kendaraannya. Hal ini juga terlihat pada beberapa ruas jalan lintas yang mengalami kerusakan.

Kondisi jalan yang demikian akan banyak dijumpai disepanjang lintas Seluma – Manna, begitu juga dengan adanya proyek jembatan di wilayah kabupaten seluma tersebut akan sedikit menganggu arus lalulintas. Sementara itu untuk mengatasi kemacetan akibat antrian kendaraan di jembatan Desa Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma Kilometer 48 saat ini diberlakukan sistem buka tutup arus kendaraan yang melintasi jembatan tersebut.

Pemantauan Arus Balik Di Terminal Simpang Nangka, Kabupaten Rejang Lebong

Volume angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang keluar-masuk Terminal Simpang Nangka, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu berjalan lancar pada H+ 7. Terminal Simpang Nangka yang saat ini menjadi terminal transit penumpang untuk tujuan daerah lain berdasarkan pantauan pihaknya kendaraan yang paling banyak datang ke terminal yang berada di Kecamatan Selupu Rejang.

Terminal Simpang Nangka adalah satu satu Terminal Tipe A yang ada di Provinsi Bengkulu yang melakukan pengawasan jurusan antar kota antar provinsi. Dari pemantauan yang dilakukan ada beberapa temuan yaitu dari sisi kelayakan kendaraan banyak yang belum mendapatkan izin resmi untuk beroperasi. Menanggapi hal ini Dinas Perhubungan Provinsi melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota untuk mengambil langkah kedepan supaya bus angkutan orang ini memiliki izin trayek.

“Untuk izin trayek saat ini sudah dikeluarkan tanpa biaya ” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Ir. B. Budi Djatmiko, MM pada saat menghimbau seluruh angkutan yang tidak memiliki trayek untuk segera mengurus izin trayek di provinsi terutama angkutan kota antar provinsi. “Akan kita payungi dari sisi regulasi hukum, jika tetap tidak memiliki izin trayek akan kita lakukan penindakan” tambah Budi Djatmiko. Dengan temuan ini akan dilakukan pengawasan dan pemeriksaan ke Kabupaten/Kota, termasuk angkutan non trayek (Travel) juga harus dipayungi lembaga yang menaungi.

Disampaikan oleh Kepala Terminal Simpang Nangka, Arrozi, bahwa jumlah kendaraan AKAP atau Bus yang masuk dua kali lipat dari hari biasanya atau sebanyaj 30 kendaraan setiap hari, meningkat 100% dari hari biasa yang hanya 15 jendaraan AKAP saja. Selama arus mudik hingga kemarin mereka hanya menemukan satu bus atau armada mudik AKAP yang sempat tunda keberangkatan. Hal ini dikarenakan dalam pemeriksaan petugas mereka di Terminal Simpang Nangka, kondisi ban kendaraan tersebut sudah tidak layak jalan, sehingga keberangkatan sempat mereka tunda hingga ban kendaraan di ganti dengan yang baru atau masih layak. Setelah itu armada bus tersebut di perbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuan. “Untuk terminal personil sudah sangat siap untuk penempatan Angkutan Perkotaan (Angkot) dan Angkutan Pedesaan (Angdes), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan AKAP dan tambah lagi untuk angkutan barang telah siap dengan luas terminal 4.3 HA” ditambahkan Arrozi.

Kegiatan pemantauan kali ini juga dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan lokasi parkir dan kapal wisata menghadapi Wonderful Bengkulu 2020 di Danau Mas Harum Bastari. “Kita berharap kapal wisata ini dapat memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan penumpang yang akan berwisata, dan kesiapan lahan parkir sudah memenuhi kapasitas sekitar 200 kendaraan akan tetapi tetap dilakukan lagi pembenahan” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi. (Reka/Lia)

 

 

Pemantauan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 Pada UPBU Fatmawati Dan Pelabuhan Pulau Baai

Posko Terpadu Angkutan Udara di UPBU Fatmawati Soekarno

Menjelang lebaran 2018 ini, penumpang arus mudik pada H- 7 dan arus balik H+ 7 baik yang menggunakan jasa transportasi udara dari dan menuju Bengkulu terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penumpang terlihat signifikan mengalami angka pertumbuhan pada kedatangan dan keberangkatan antara 5 – 10 %, begitupun dengan jumlah pergerakan pesawat mengalami angka pertumbuhan 14%.

Berikut disampaikan Data Monitoring Angkutan Lebaran 2018 Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Data Final (07 s/d 24 Juni 2018) pada POSKO ANGKUTAN UDARA LEBARAN 2018 UPBU FATMAWATI SOEKARNO :

Kedatangan

Pesawat :
Total 2017 : 221 mov
Total 2018 : 254 mov

Pertumbuhan mov : +14.93 %

*Penumpang * :
Total 2017 : 29.016 Orang
Total 2018: 30.548 Orang

*Pertumbuhan pnp *: +5.28%

*Kargo * :
Total 2017 : 83.759 Kg
Total 2018 : 120.621 Kg

Pertumbuhan Kargo : +44,01%

Keberangkatan

*Pesawat *:
Total 2017 : 221 mov
Total 2018 : 253 mov

Pertumbuhan mov: +14.48%

Penumpang :
Total 2017 : 26.182 Orang
Total 2018 : 29.043 Orang

Pertumbuhan pnp: +10.93%

Kargo :
Total 2017 : 35.992 Kg
Total 2018 : 21.776 Kg

Pertumbuhan Kargo: -39.50%

Cancel delay 2018
Cancel : 1
Delay : 107
OTP : 400

Total Flight 2018 = 508 Flight

“Kami akan pantau setiap jadwal kedatangan pesawat udara di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dengan banyaknya penumpang pada saat arus mudik yang menggunakan jasa angkutan udara pihak maskapai juga sudah mengajukan penambahan jumlah penerbangan dari maskapai yang bersangkutan ke Bengkulu” ujar kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM.

Posko Terpadu Angkutan Laut di PT. Pelindo II Bengkulu

Selanjutnya Kepala Dinas Provinsi Bengkulu beserta jajarannya melakukan peninjauan kesiapan angkutan arus mudik lebaran di Pelabuhan Pulau Baai. Pemantauan dilakukan pada posko pertama di PT. Pelindo II kemudian dilanjutkan ke pelabuhan penyeberangan. Sementara itu untuk jalur laut tidak ada kendala yang ditemukan karena jalur laut Bengkulu saat ini hanya menghubungkan penyeberangan Bengkulu menuju Pulau Enggano saja. (Reka/Lia/Yet)

Ramp Check Persiapan Angkutan Lebaran 2018

Jelang Mudik Lebaran 2018 ini, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Direktorat Lalulintas Polda Bengkulu, Organda dan Jasa Raharja, beserta jajarannya melakukan Inspeksi Keselamatan Lalulintas Angkutan Jalan (Ramp Check) Persiapan Angkutan Lebaran pada Rabu (06/06/18). Kepala Dinas Perhubungan Ir. B. Budi Djatmiko, MM bersama Direktur Lalulintas dan Kepala Jasa Raharja turun langsung memantau pengecekkan dan pemeriksaan  keseluruh armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diantaranya PO Sriwijaya, PO Putra Raflesia, PO SAN, PO Putra Simas.

Guna keselamatan para penumpang pada arus mudik dan arus balik hari raya idul fitri 1439 H yang menggunakan kendaraan umum, semua kendaraan dipastikan harus aman setelah melalui serangkaian pengecekkan mulai dari kelengkapan administrasi sampai pada kelayakan fisik kendaraan. Menggandeng BNN Bengkulu guna melakukan pemeriksaan tes urine dan tes alkohol kepada seluruh pengemudi bus dan dinyatakan tidak ada pengemudi yang terindikasi narkoba maupun minuman beralkohol pada saat pemeriksaan. Hal tersebut juga ditegaskan oleh pengelola perusahaan angkutan PO. SAN bahwa keselamatan penumpang adalah nomor satu dan pihaknya tidak segan akan memecat pengemudi yang melanggar peraturan perusahaan.

Armada bus yang tidak memenuhi syarat dan termasuk dalam kategori tidak layak jalan akan diberikan sanksi tidak mendapatkan izin untuk berangkat. Pada pelaksanaan Ramp Check seluruh bus kali ini hanya ditemukan satu armada bus yang tidak layak beroperasi pada saat pemeriksaan fisik kendaraan sedangkan armada bus lainnya aman ditumpangi selama mudik lebaran. Apabila masih ditemukan kendaraan tidak layak pakai beroperasi pada saat perjalanan arus mudik dan arus balik, petugas jaga pada pos pengamanan secara tegas akan menghentikan dan meminta pengusaha angkutan menyiapkan kendaraan pengganti yang dimaksud.

“Kita akan periksa semua kelengkapan dan akan memastikan tidak ada bus yang tidak layak jalan untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang”, ungkap Budi Djatmiko disela pemasangan sticker keselamatan pada kaca kendaraan yang layak untuk beroperasi. (Reka/Lia)

Pemantauan Persiapan Angkutan Lebaran 2018, Terminal Simpang Nangka Kabupaten Rejang Lebong

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Djatmiko, MM beserta jajarannya pada Selasa(05/06/18) melakukan pemantauan dan pengecekkan langsung sehubungan dengan kesiapan Terminal Simpang Nangka di kecamatan Selupu Rejang kabupaten Rejang Lebong Jelang Lebaran 2018 didampingi oleh Kepala Terminal Tipe A Simpang Nangka.

Terminal Tipe A yang berada di kawasan Selupu Rejang kabupaten Rejang Lebong (RL) dipastikan siap menghadapi arus mudik lebaran yang tinggal hitungan hari lagi sejauh ini kondisi terminal Simpang Nangka masih terpantau normal dan belum adanya terlihat lonjakan penumpang.

Khusus kendaraan Antar Kota Antar Provinsi(AKAP), Terminal Simpang Nangka memang hanya merupakan terminal tempat kendaraan AKAP melakukan transit penumpang dari kota Bengkulu karena Rejang Lebong belum memiliki satupun loket full penumpang untuk kendaraan AKAP namun pendataan tetap di lakukan oleh pihak Terminal Simpang Nangka untuk selanjutnya disampaikan ke pusat sebagai laporannya.

“Untuk tahun ini, perkiraan kita akan ada kenaikan untuk jumlah penumpang hingga kisaran 2.500 sampai 3.000 penumpang yang datang dan berangkat ke Terminal Simpang Nangka memang hanya sebagai transit penumpang. Armada-armada angkutan yang diturunkan pengusaha jasa angkutan harusbenar-benar layak dan siap untuk di operasikan selama libur mudik lebaran” ungkap Arrozi selaku kepala terminal. (Reka/Lia)